Mengenal Phising, Pengertian dan Jenisnya

Satupersen.co.idKejahatan online setiap hari terus meningkat. Perkembangan digital marketing yang menjanjikan banyak keuntungan, bahkan tanpa limit merupakan salah satu penyebab meningkatnya kriminalitas dalam cyber.

Hal ini tidak dapat dihindari, namun bisa diantisipasi sehingga tidak ada kerugian. Phising adalah hal yang harus diwaspadai oleh semua pihak.

Sebenarnya semua lini dapat berpotensi untuk menjadi sasaran bagi tindakan tidak bertanggung jawab.

Karena itu harus berperan aktif untuk mengantisipasi dengan melakukan berbagai langkah preventif dan protektif.

Dengan demikian tindakan jahat dapat dihindari dan tidak banyak yang menjadi korban.

Mengenal pengertian phising

Dalam dunia digital, istilah ini sangat familiar. Meski demikian masih banyak yang belum paham maknanya.

Hal tersebut wajar karena tidak semua orang aware terhadap tindak kejahatan online. Bahkan banyak yang menyadari setelah menjadi korban dan mengalami kerugian signifikan.

Phising adalah istilah yang mempunyai makna menyamar. Tindakan ini bertujuan untuk mengelabui sehingga target, pengguna atau pemilik web tidak mengetahui bahwa ada penyusup yang masuk.

Sedangkan tujuannya biasanya untuk mencuri data. Bisa pribadi, keuangan, laporan atau jenis lainnya.

Karena menyebabkan kebocoran atau kehilangan informasi maka efeknya bisa berdampak buruk bagi korban. Sebab itu, semua pemilik website atau setiap pribadi harus mengantisipasinya.

Istilah ini terkait penyamaran. Maksudnya adalah menjebak korban agar memberikan jalan hacker untuk masuk supaya bisa mencuri atau merusak data sehingga tujuan jahatnya tercapai. Bisa juga bertujuan untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

Baca juga: Cara Kirim Foto di WA Tanpa Mengurangi Kualitas

Jenis-jenis Phising

Phising adalah

Kejahatan cyber ini macamnya sangat banyak. Karena itu jika lengah dalam berjaga bisa berpotensi untuk masuk dan membuat kerugian. Bentuknya dapat berupa:

Trending :  7 Aplikasi Bobol WiFi yang Ampuh dan Bisa untuk Pemula

Email

Cara satu ini paling familiar. Salah satu tekniknya adalah dengan mengirimkan pesan menggunakan alamat yang terlihat terpercaya.

Setelah penerima mengklik link yang disematkan, maka secara mudah pelaku akan dapat melancarkan aksinya. Untuk mengantisipasi, pengguna harus waspada dan selektif ketika ada message masuk.

Mobpile

Meski sudah lama diluncurkan, namun langkah ini ternyata masih dapat memakan banyak korban. Pelaku akan mengirimkan SMS atau voice dan meminta penerima melakukan suatu tindakan. Sedangkan sebenarnya berisi link yang mengandung malware atau virus berbahaya.

Sedangkan untuk suara biasanya berisi instruksi agar melakukan suatu transaksi.

Sebagai contoh phising dalam hal keuangan. Korban akan mendapat perintah untuk mentransfer sejumlah uang karena ada insiden mendadak terhadap keluarga yang membutuhkan dana.

Karena dalam kondisi terintimidasi atau psikis yang dibuat bingung, maka mudah untuk mengikuti instruksi tanpa pikir panjang.

Ini yang menyebabkan kriminalitas mudah terjadi. Sebaiknya semua orang selalu tenang dan objektif ketika menerima kabar dan melakukan cross chek terlebih dulu.

Website

Phising jenis ini dilakukan dengan cara membuat situs yang mirip aslinya sehingga pengunjung percaya serta respect.

Setelah mendapatkan hal tersebut, pelaku akan meminta data pribadi dan menggunakannya untuk tindak kejahatan.

Korban biasanya tidak akan sadar sampai mengalami kerugian karena mengunjungi laman yang terlihat terpercaya.

Bahkan sebelumnya mungkin sangat familiar dengan web aslinya namun tidak menaruh kecurigaan.

Ciri-ciri Phising

Sebenarnya kriminalitas ini mudah untuk terdeteksi karena yang disampaikan kurang profesional.

Tetapi karena dalam tekanan psikis atau kecemasan, membuat korban tidak dapat berpikir logis dan membedakannya. Hal yang bisa menjadi indikasi adalah:

Ancaman dan desakan

Phising biasa berupa instruksi yang terkesan urgent atau intimidasi sehingga sasaran dengan terpaksa melakukannya.

Trending :  6 Cara Meningkatkan Cybersecurity Awareness Bagi Pemilik Startup

Karena keterbatasan waktu, menjadikan tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan konfirmasi dan akhirnya menjalankannya.

Pola pesan

Bentuk kriminalitas cyber ini dapat berupa message yang mempunyai struktur kurang tepat.

Tujuan pembuat adalah agar tidak mudah terlacak. namun dapat mencapai keuntungan yang diinginkan. Kesalahan dalam penulisan, ejaan maupun penyampaian bisa saja terjadi.

Seharusnya calon korban menyadari hal tersebut.

Sebuah perusahaan profesional tidak akan mengirim pesan secara asal dan tanpa memenuhi kaidah. Ini merupakan indikasi yang mudah terbaca. Sayangnya tidak sedikit yang mengabaikan sampai mengalami kerugian.

Alamat web tidak konsisten

Perusahaan profesional akan memberikan nama terhadap semua alat komunikasi yang sama karena memudahkan branding.

Jika menemukan pesan dengan identitas berbeda-beda sebaiknya langsung waspada. Bisa saja berasal dari orang atau pihak yang sedang melakukan phising dan mencari korban.

Permintaan mencurigakan

Salah satu cara pelaku kriminalitas cyber beraksi adalah dengan menyampaikan request yang tidak masuk akal. Biasanya isinya mempunyai konsekuensi negatif tinggi.

Sebaiknya sangat berhati-hati dan tidak mudah terpancing dengan siapa pun yang mungkin sedang melakukan penyamaran.

Lakukan konfirmasi sebelum mengambil keputusan atau tindakan untuk mencegah hal buruk yang mungkin terjadi.

Pelaku tindak kejahatan tidak akan berhasil jika calon korban aware dan selalu waspada.

Karena itu semua perlu memberikan perhatian agar tidak mengalami hal buruk.

Phising adalah tindakan kejahatan yang banyak terjadi di dunia maya. Agar tidak dirugikan, perlu meningkatkan kewaspadaan.

Mencari lebih banyak informasi dan membagikan ke semua pihak cukup ampuh untuk mencegah kriminalitas tersebut.